Lima Puluh Kota, Minggu (21/6/2026) – Memasuki hari kelima pelaksanaan Retret Wali Nagari se-Kabupaten Pesisir Selatan, para peserta mengikuti kegiatan study lapangan di Nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota.
Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran langsung bagi para wali nagari untuk melihat praktik-praktik baik dalam mengelola potensi nagari melalui sinergi antara pemerintah nagari dan masyarakat. Berbagai inovasi yang telah diterapkan di nagari tujuan diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan potensi nagari masing-masing di Kabupaten Pesisir Selatan.
Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pesisir Selatan, Deni Anggara, S.STP., menegaskan bahwa wali nagari, camat, hingga bupati pada hakikatnya merupakan pamong masyarakat yang bertugas melayani, membina, mengayomi, serta menjadi penggerak pembangunan.
> "Wali nagari, camat, dan bupati adalah pamong masyarakat. Apa yang kita dapatkan ilmunya di sini hendaknya dapat dikembangkan di nagari masing-masing," ujarnya di hadapan peserta retret.
Deni Anggara juga mengingatkan bahwa Kabupaten Pesisir Selatan memiliki potensi yang sangat lengkap dan tidak kalah dengan daerah lain. Kekayaan alam yang dimiliki merupakan modal besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara tepat dan berkelanjutan.
> "Pesisir Selatan tidak ada kekurangan. Kita punya pantai, gunung, pertanian. Sesungguhnya kita sudah komplit. Tinggal bagaimana para wali nagari mampu berinovasi, mengelola, dan mengembangkan potensi tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Menurutnya, para wali nagari dituntut untuk mampu membaca peluang, menggali potensi lokal, serta membangun kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kepemimpinan yang inovatif, nagari diyakini dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di tingkat lokal.
Kegiatan study lapangan ini merupakan salah satu rangkaian Retret Wali Nagari se-Kabupaten Pesisir Selatan yang bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan, memperluas wawasan, serta menumbuhkan semangat perubahan di lingkungan pemerintahan nagari.
Selama pelaksanaan retret, para peserta juga didampingi oleh Dinas PMD Kabupaten Pesisir Selatan serta Direktur IPDN Sumatera Barat beserta jajaran, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan nagari.
Retret Wali Nagari tidak hanya menjadi ajang peningkatan kapasitas kepemimpinan, tetapi juga momentum membangun komitmen bersama bahwa kemajuan Pesisir Selatan harus dimulai dari nagari. Dengan menggali potensi lokal dan memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, nagari diharapkan menjadi pusat pertumbuhan dan kesejahteraan bagi warganya.
Peserta Retret Wali Nagari se-Kabupaten Pesisir Selatan
Lima Puluh Kota, Minggu (21/6/2026) – Memasuki hari kelima pelaksanaan Retret Wali Nagari se-Kabupaten Pesisir Selatan, para peserta mengikuti kegiatan study lapangan di Nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota.
Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran langsung bagi para wali nagari untuk melihat praktik-praktik baik dalam mengelola potensi nagari melalui sinergi antara pemerintah nagari dan masyarakat. Berbagai inovasi yang telah diterapkan di nagari tujuan diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan potensi nagari masing-masing di Kabupaten Pesisir Selatan.
Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pesisir Selatan, Deni Anggara, S.STP., menegaskan bahwa wali nagari, camat, hingga bupati pada hakikatnya merupakan pamong masyarakat yang bertugas melayani, membina, mengayomi, serta menjadi penggerak pembangunan.
> "Wali nagari, camat, dan bupati adalah pamong masyarakat. Apa yang kita dapatkan ilmunya di sini hendaknya dapat dikembangkan di nagari masing-masing," ujarnya di hadapan peserta retret.
Deni Anggara juga mengingatkan bahwa Kabupaten Pesisir Selatan memiliki potensi yang sangat lengkap dan tidak kalah dengan daerah lain. Kekayaan alam yang dimiliki merupakan modal besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara tepat dan berkelanjutan.
> "Pesisir Selatan tidak ada kekurangan. Kita punya pantai, gunung, pertanian. Sesungguhnya kita sudah komplit. Tinggal bagaimana para wali nagari mampu berinovasi, mengelola, dan mengembangkan potensi tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Menurutnya, para wali nagari dituntut untuk mampu membaca peluang, menggali potensi lokal, serta membangun kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kepemimpinan yang inovatif, nagari diyakini dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di tingkat lokal.
Kegiatan study lapangan ini merupakan salah satu rangkaian Retret Wali Nagari se-Kabupaten Pesisir Selatan yang bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan, memperluas wawasan, serta menumbuhkan semangat perubahan di lingkungan pemerintahan nagari.
Selama pelaksanaan retret, para peserta juga didampingi oleh Dinas PMD Kabupaten Pesisir Selatan serta Direktur IPDN Sumatera Barat beserta jajaran, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan nagari.
Retret Wali Nagari tidak hanya menjadi ajang peningkatan kapasitas kepemimpinan, tetapi juga momentum membangun komitmen bersama bahwa kemajuan Pesisir Selatan harus dimulai dari nagari. Dengan menggali potensi lokal dan memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, nagari diharapkan menjadi pusat pertumbuhan dan kesejahteraan bagi warganya.
Peserta Retret Wali Nagari se-Kabupaten Pesisir Selatan